Khutbah Jumat Singkat - Hakekat Kehidupan Manusia

 Khutbah Jumat Singkat - Hakekat Kehidupan Manusia


Artinya: 
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-NYA kembali, kemudian kepada Nyalah kamu dikembalikan”. (Al-Baqarah ayat 28). 

Marilah kita meneliti arti dan makna hidup ini sesuai dengan tuntunan Agama, dan mana asal manusia dan kemana manusia pergi. Dengan meneliti dari mana asal dan kemana tujuan kita, maka hendaknya kita mempersiapkan diri, apa bekal yang diperlukan dalam perjalanan untuk mencapai tujuan itu. 

Wahai orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah, bagaimana kaliari bisa kafir kepada Allah. Ilmu apa yang membawa kalian tidak beriman kepada Allah, padahal kalian dahulu mati, kemudian kalian dihidupkan oleh Allah. Allah menghidupkan manusia dan sari pati tanah yang dimakan oleh kedua orang tuanya sebagai bibit sperma (air yang memancar). Surat Ath-Thariq ayat 5 - 7 menjelaskan sebagaimana manusia diciptakan : 


Artinya: 
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dan apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dan air yang terpancar, yang keluar dan antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan “. 

Dengan kodrat dan iradat Allah, air yang hina itu terjadilah makhluk yang sempuma, yaitu manusia. Seandainya makanan dan minuman itu dimakan oleh ayam, tentu akan jadi ayam. Dan seandainya dimakan kambing, tentu akan jadi kambing. Tetapi untungnya makanan dan minuman itu dimakan oleh kedua orang tua kita, al-hamdulillah kita menjadi manusia “Laqad Khalaqnal insaana fii-ahsani taqwiim”. (At-Tin 4). 


Artinya: 
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (At-Tiin : 4) 

Tidak ada makhluk Allah yang lebih bagus, lebih sempurna dan lebih mulia dan pada manusia “Laqad karramna bani Adam” telah Kami mulyakan keturunan anak adam (manusia). (Al-Isra’ 70). 


Artinya: 
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak anak Adam “. 

Ada manusia yang gagah karena ilmunya, ada juga hebat kanena jabatan dan kedudukannya, ini semua merupakan nikmat Allah yang diberikan kepadanya. Ingatlah akan datangnya kematian kita. Silahkan kalian berilmu setinggi langit, berkarjer di bidang bisnis maupun politik sehingga menduduki jabatan yang tinggi, tetapi seluruhnya itu nanti akan berakhir dengan kematian. Bukan kepandaianl, harta kekayaan dan kedudukan yang dapat dibanggakan di hadapan Allah, tetapi hanya amal shalih yang dapat dibanggakan di hadirat-Nya. 

Dunia adalah permainan. Setelah datang kematian “sakaratul-maut”, maka berakhirlah seluruh permainan yang ada, tinggal mempertanggung jawabkan di hadapan Allah permainan-Permaman yang dialami. 

Kehidupan adalah waktu menunggu kematian. Dalam kurun waktu menunggu itu Allah memberikan segala fasilitas untuk dunanfaatkan semaksimal mungkin oleh manusia. Allah menyediakan bumi dengan segala isi dan kekayaan alam, Allah juga membekali manusia akal fikiran untuk mengelola kekayaan alam ini untuk kesejahteraan hidupnya. Tetapi ingatlah kematian akan datang menghampiii kita, karena tidak ada yang abadi di dunia ini. Allah menegaskan: 


Artinya: 
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak”. (Al-Hadid ayat 20). 

Suatu saat permainan akan berakhir. Kalau sakaratul maut datang, malaikat Izrail berkata, hai manusia permamainmu sudah selesai nanti kamu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas segala nikmat yang diberikan kepadamu. 

Segala nikmat yang diberikan oleh Allah nanti akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya, baik nikmat sehat, panca indera, maupun nikmat-nikmat lalnnya. Allah menegaskan: dalam surat At-Takasur ayat 8 : 


Artinya: 
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia ¡tu)”. 

Juga disebutkan dalam surat Al-Israa sebagian dari ayat 36 : 


Artinya: 
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabnya” 

Semakin banyak nikmat yang diberikan oleh Allah, sebenamya akan semakin ngeri dan sedih atas pertanggung jawabnya. Oleh karena itu Allah memperingatkan : 


Artinya : 
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dan (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat kerusakan “. (Al-Qashash ayat 77). 

Dengan apa mencari kebahagiaan negeri akhirat (Syurga) itu. Yakni dengan apa yang telah Allah berikan kepada kita. Kalau kita diberi Allah ilmu, carilah Syurga dengan ilmu itu, perangi kebodohan dan kemiskinan. Kalau diberi Allah kekayaan, carilah Syurga dengan kekayaan itu, santunilah fakir-miskin dan anak yatim. Seharusnya bukan anak yatim yang mencari orang kaya, tetapi justru orang kaya yang harus mencari anak yatim. 

Rasulullah pemah bersabda: “Nanti saya akan bersama sama dengan orang yang menjamin/menanggung anak yatim ke Syurga seperti telunjuk dengan jan tengah (bergandengan bersama Rasulullah masuk Syurga)”. (Al-Hadis). 

Kalau diberi Allah kedudukan, menjadi peguasa, maka carilah Syurga dengan kekuasaan itu, untuk menegakkan keadilan dan kebenaran serta untuk memberantas segala bentuk kezaliman dan kebatilan. 

Kesempatan yang diberikan oleh Allah di dunia ini pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk berkarier dalam segala hal, tetapi jangan lupa kembalikan aictifitas kita kejalan yang diridhai Allah. 

Dalam menjalankan suatu permainan hendaknya selalu ingat kepada peraturan-peraturan Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Inilah konsep untuk melanggengkan nikmat Allah, sehingga ketika menghadap Allah nanti kita menghadap dengan senyum karena penuh dengan amal-amal shalih. 

Sumber : Khutbah Jum’at Kantor Pusat BRI.

 Khutbah Jumat Singkat - Hakekat Kehidupan Manusia

Demikianlah artikel kami mengenai  Khutbah Jumat Singkat - Hakekat Kehidupan Manusia. Semoga bermanfaat, dan apabila ada kesalahan mohon utnuk dikoreksi. Sekian  Khutbah Jumat Singkat - Hakekat Kehidupan Manusia.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Khutbah Jumat Singkat - Hakekat Kehidupan Manusia